Logo P3HM
Hidayatul MubtadiatPondok Pesantren Putri
Lirboyo · Kota Kediri · Jawa Timur
مَعْهَدْ لِلْبَنَاتْ هِدَايَةُ الْمُبْتَدِئَاتْ

Menempa Muslimah Sejati,
Berakar pada Kitab Salaf

Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadiat mendidik santriwati dengan keilmuan agama yang mendalam dan kesiapan menjawab kebutuhan masyarakat — di bawah naungan Yayasan Hidayatul Mubtadiat, Lirboyo Kediri.

Lingkungan Pondok Putri Hidayatul Mubtadiat, Lirboyo Kediri
Lingkungan Pondok Putri Hidayatul Mubtadiat, Lirboyo Kediri
1406 H
Berdiri 15 September 1985 M
Salaf
Sistem Klasikal Kitab Kuning
1446 H
Periode Pendaftaran 2025–2026
Putri
Khusus Santriwati
Lingkungan Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadiat
Sejak 1406 HDiasuh oleh KH. M. Anwar Manshur & Ibu Nyai Hj. Ummi Kultsum
Profil Singkat

Pendidikan yang Menyatukan Ilmu dan Kepribadian

Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadiat (P3HM) adalah unit pendidikan khusus santriwati di bawah naungan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, dengan Pendiri sekaligus Pengasuh KH. M. Anwar Manshur bersama Ibu Nyai Hj. Ummi Kultsum.

Melalui pembinaan yang konsisten, pondok ini mengarahkan santriwatinya menjadi kader-kader muslimah sejati yang berdaya guna dalam menyukseskan dakwah dan pengembangan Islam di lingkungannya masing-masing.

Madrasah Putri Hidayatul Mubtadiat (MPHM), sebagai unit pendidikan formal keagamaan di bawah naungan yang sama, menerapkan sistem klasikal berjenjang dengan fokus pengajaran kitab-kitab salaf — ciri khas yang menjadi identitas pesantren ini secara turun-temurun.

1406 H
15 September 1985 M — resmi berdiri
Pendiri & Pengasuh

KH. M. Anwar Manshur

Mendampingi Sejak Awal

Ibu Nyai Hj. Ummi Kultsum

Atas Dawuh

KH. Mahrus Aly, Pengasuh PP. Lirboyo

Sekilas Sejarah

Berawal dari Dua Santri Perdana

Gagasan mendirikan pesantren khusus putri di lingkungan PP. Lirboyo bermula dari dawuh KH. Mahrus Aly kepada menantu dan putrinya, KH. M. Anwar Manshur dan Ibu Nyai Hj. Ummi Kultsum. Setelah melalui pertimbangan yang matang tentang pentingnya pendidikan agama bagi perempuan, keduanya memutuskan memulai dengan mengajar dua santri putri yang datang dari Jakarta dan Karawang, bersama para khadimat keluarga ndalem.

Wanita adalah tiang bagi bangsanya — semakin kokoh pendidikan yang ia terima, semakin kokoh pula generasi yang ia bentuk.

Metode pengajian yang semula berbentuk halaqah sederhana kemudian dikembangkan menjadi sistem madrasah berjenjang pada 1407–1408 H, sambil tetap mempertahankan pengajian kitab kuning dengan sistem sorogan dan bandongan di luar jam sekolah. Seiring bertambahnya santri, dibangunlah asrama, MCK, dan gedung madrasah tersendiri — sebelumnya seluruh kegiatan santri masih menyatu dengan ndalem pengasuh.

Arah Perjuangan

Visi & Misi Yayasan

Mewujudkan generasi Islam Ahlussunnah wal Jama'ah yang kokoh keilmuannya dan nyata kontribusinya bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

  • 01

    Terwujudnya generasi Islam Ahlussunnah wal Jama'ah.

  • 02

    Tegaknya Agama Islam Ahlussunnah wal Jama'ah.

  • 03

    Membantu program pemerintah dalam membangun manusia seutuhnya.

  • 04

    Menjadi sarana pendidikan, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia.

  • 05

    Menjadi media dakwah bagi masyarakat sekitar.

  • 06

    Menjadi sarana sosial kemasyarakatan.

  • 07

    Menjadi media informasi dan komunikasi pendidikan.

Arah Pendidikan

Empat Pilar Pembinaan Santriwati

  • Kitab Salaf

    Kajian kitab kuning secara klasikal dan berjenjang sebagai fondasi utama keilmuan agama.

  • Madrasah Diniyah

    Kegiatan belajar mengajar formal yang terstruktur di bawah Madrasah Putri Hidayatul Mubtadiat.

  • Pembinaan Akhlak

    Penanaman adab dan kepribadian muslimah sejati dalam keseharian pondok.

  • Kesiapan Sosial

    Membekali santriwati agar berperan aktif menyukseskan dakwah di tengah masyarakat.

Jenjang & Unit

Satu Atap, Delapan Jenjang Belajar

  • Madrasah Ibtidaiyah6 Th
  • Madrasah Tsanawiyah3 Th
  • Madrasah Aliyah3 Th
  • Al-Robithoh1 Th
  • Perkuliahan
  • Tahfidzil Qur'an
  • Tartilil Qur'an
  • Bahtsul Masa-il
Di Luar Jam Sekolah

Jam'iyyah & Kursus Keterampilan

  • Jam'iyyah

    Kegiatan rutin malam Jum'at & mingguan

  • Khitobah

    Latihan berpidato dan berbicara di depan umum dengan bahasa yang baik dan lugas.

  • Diba'iyyah & Barzanji

    Pembacaan sholawat dan syair pujian kepada Nabi Muhammad ﷺ.

  • Manaqib

    Mengkaji sejarah dan keutamaan para wali serta ulama besar.

  • Simtuth Duror

    Pembacaan kitab Maulid karya Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi.

  • Izalatun Najasah & Tajhizul Mayyit

    Pembelajaran tata cara bersuci dan mengurus jenazah sesuai syariat.

  • Kursus Keterampilan

    Bekal kemandirian di luar keilmuan agama

  • Murottilil Qur'an

    Pelatihan membaca Al-Qur'an dengan tartil sesuai kaidah tajwid.

  • Vokal & Rebana

    Pengembangan seni suara serta latihan mengiringi sholawat dan qosidah.

  • Menjahit

    Keterampilan menjahit untuk kebutuhan pribadi maupun usaha.

  • Kepribadian

    Pelatihan etika dan pengembangan diri agar santriwati berakhlak baik.

  • Make Up

    Dasar-dasar tata rias yang sesuai norma kepantasan.

Sarana Penunjang

Fasilitas Pondok

  • Kamar Santri
  • Kamar Pengurus
  • MCK
  • Mushola
  • Lokal / Kelas
  • Aula
  • Rental Komputer
  • Wartel
  • Kantin
  • Ruang Serbaguna
  • Ruang Penyimpanan Barang
  • Perpustakaan
  • Jemuran
  • Ruang Panggilan
  • UKS
  • Toko Buku / Kitab
  • Dapur
  • Kantor